Green Property Award Dorong Pengembang Property Terapkan Property Hijau Ramah Lingkungan

Banyak pengembang yang mengklaim produk mereka ramah lingkungan, sehingga layak menjadi pilihan calon konsumen.

Properti hijau kini tak semata bangunan dengan seabrek taman nan menghijau. Para pengembang bahkan jauh lebih dari itu.

Salah satu ciri khasnya adalah produk yang tidak boros energi. Terlebih di tengah perubahan iklim dan pemanasan global yang kian menggila.

Salah satu jurus mendorong para pengembang lebih familiar dengan properti hijau adalah dengan menggelar penghargaan atas karya properti yang dibangun mereka. Jurus itu dipakai majalah HousingEstate lewat Green Property Awards (GPA) 2012.

Ajang itu melibatkan sebanyak 12 perusahaan yang bergerak dalam pengembangan perumahan (landed residential) berkaidah ramah lingkungan.

Ke-12 perusahaan yang konsern terhadap kawasan dan hunian ramah lingkungan ini, tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Mereka didorong agar ikut memikirkan dan mengatasi perubahan iklim yang begitu ekstrem beberapa tahun terakhir ini.

Menurut Hadi Prasojo, ketua panitia Green Property Awards 2012, pihaknya terus berupaya mendorong para pengembang perumahan untuk membangun hunian yang hijau dan ramah lingkungan.

“Salah satu tujuan kami untuk menumbuhkan kesadaran para pengembang akan isu pemanasan global dan berupaya mendorong pengembang untuk membangun hunian maupun kawasan hunian yang ramah lingkungan,” ujarnya, di Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, bagi Nirwono Joga, arsitek lansekap pemerhati perkotaan dan properti hijau, saat ini, peran pengembang amat penting dalam menciptakan lingkungan yang asri dan ramah lingkungan.

Dampak pemanasan global sungguh mengerikan. Pada saat belahan dunia yang satu dilanda kekeringan dan kemarau panjang yang mengancam ketersediaan pangan dan air bersih, belahan dunia lain didera badai, banjir besar, dan longsor yang memakan korban jiwa dan harta selain juga mengancam kecukupan pangan.

“Kiranya kondisi lingkungan yang kian buruk itu makin menyadarkan semua pihak tentang betapa mendesaknya menerapkan budaya ramah lingkungan yang lebih serius dalam semua segi kehidupan termasuk dalam pengembangan real estat,” ujar pria yang akrab disapa Yudi ini.

Di tengah kondisi pemanasan global dan perubahan iklim ini, kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Setyo Maharso, tentu harus bersikap ramah terhadap lingkungan, terutama menyiapkan ruang terbuka hijau yang dilakukan oleh pengembang.

Menurut Maharso, penghematan yang ditimbulkan oleh penggunaan bangunan hijau lebih tinggi dibandingkan investasi yang telah dikeluarkan.

Sebagai ilustrasi, investasi awal untuk bangunan hijau membutuhkan kenaikan biaya 2%, namun, desain penghematan yang dihasilkan mencapai 20% dari total biaya konstruksi.

Sukses 12 pengembang perumahan yang meraih penghargaan Green Property Awards, perlu ditindaklanjuti semua pihak.

Dari jumlah itu, terdapat sembilan perusahaan yang dinilai memenuhi kriteria bangunan ramah lingkungan.

Pada ajang kali ini, kriteria penghargaan meliputi delapan aspek penilaian yakni perencanaan ruang kawasan secara keseluruhan, pengelolaan sampah, pengelolaan air, kualitas infrastruktur, transportasi ramah lingkungan, ruang terbuka hijau, bangunan hijau, dan partisipasi warga.

Dari delapan kriteria, terdapat dua kluster perumahan skala kota yang memenuhi lima kriteria sehingga mendapat kategori emas, yakni The Springs di Serpong, Tangerang, yang dibangun Summarecon Serpong, dan Kebayoran Residence di Bintaro Jaya yang dibangun oleh Jaya Real Properti.

(Investor Daily/Feriawan Hidayat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s