Agung Laksono: Infrastruktur Kesehatan di Papua Memprihatinkan & Butuh Perbaikan Secepatnya

Sebagian Besar Rumah Sakit di Papua Warisan Belanda

Beberapa rumah sakit di Papua tidak memiliki fasilitas peralatan X Ray atau Rontgen.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengungkapkan infrastruktur kesehatan di Provinsi Papua dan Papua Barat hingga kini masih memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan secepatnya agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Infrastruktur kesehatan di Papua pada umumnya masih sangat memprihatinkan,” kata Agung Laksono di Timika, Sabtu.

Menko Kesra Agung Laksono didampingi Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti dan para pejabat teras dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Sosial melaksanakan kunjungan kerja marathon selama delapan hari di Provinsi Papua dan Papua Barat sejak 16-22 Desember.

Kunjungan kerja Menko Kesra Agung Laksono bersama rombongan diawali di Provinsi Papua Barat dimulai dari Sorong, Raja Ampat, Manokwari, dan selanjutnya ke Provinsi Papua dimulai dari Nabire, Jayapura, Yahukimo, Merauke dan Mimika.

Selama kunjungan kerja dimaksud, Agung Laksono mengaku melihat langsung berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit di Sorong, Nabire, Jayapura dan Merauke. Sebagian fasilitas terutama bangunan masih merupakan bekas peninggalan Belanda dan belum banyak diperbaiki.

“Diperlukan sekali perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak untuk membenahi semua fasilitas kesehatan yang ada di Papua,” tuturnya.

Menurut Agung, seluruh rumah sakit yang beroperasi di Papua hingga saat ini belum ada yang memiliki klasifikasi tipe A, tapi baru sebatas tipe D, C dan B.

Rombongan Menko Kesra juga menemukan adanya sejumlah peralatan yang dikirim dari Kementerian Kesehatan di Jakarta tapi tidak dioperasikan karena operator belum siap, tidak memiliki gedung atau karena daya listrik tidak mendukung.

Bahkan ada beberapa rumah sakit tidak memiliki fasilitas peralatan X Ray atau Rontgen.

Agung juga menilai keberadaan rumah sakit di Merauke perlu segera direlokasi karena sudah sangat sempit.

Pelayanan kesehatan secara prima di Papua dan Papua Barat, katanya, sangat penting apalagi dua daerah itu masih belum bebas dari penyakit menular seperti TBC, angka kesakitan akibat gigitan nyamuk malaria sangat tinggi dan semakin tingginya angka penularan kasus HIV/AIDS.

Menko Kesra Agung Laksono menegaskan sangat diperlukan adanya dukungan infrastruktur kesehatan di daerah-daerah seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, Pos Kesehatan, Pos Kesehatan Keliling, tenaga medis yang memadai mulai dari dokter umum, dokter spesialis hingga super spesialis dan tenaga para medis serta operator peralatan.

Hal itu perlu segera dibenahi mengingat mulai Januari 2014 pemerintah akan memberlakukan sistem jaminan sosial nasional (SJSN) di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya berkeyakinan kondisi ini bisa diperbaiki dalam waktu yang singkat sebelum pemberlakuan SJSN,” kata Agung Laksono, mantan Ketua DPR itu.

Menko Kesra Agung Laksono bersama rombongan tiba di Timika pada Jumat (21/12) siang dan pada malam harinya menggelar tatap muka dengan Bupati Mimika Klemen Tinal bersama jajaran Muspida serta para tokoh masyarakat setempat bertempat di Hotel Rimba Papua Timika.

Pada Sabtu pagi Menko Kesra Agung Laksono bersama rombongan dijadwalkan meninjau RSUD Mimika, Pasar Sentral Timika sebelum kembali ke Jakarta.

(Antara/Murizal Hamzah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s