Eksotika Kemang, Hangout Bersama Teman dan Keluarga

Kemang Kawasan Kemang masih menjadi kawasan perkebunan pada awal tahun 1950-an. Orang-orang Kemang waktu itu biasanya bekerja sebagai pekebun, peternak, dan ada sebagian yang memproduksi tahu. Ketika itu kawasan yang terletak di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ini menjadi salah satu pemukiman masyarakat Betawi. Awal tahun 1970-an, kawasan Kemang sangat diminati oleh para pekerja asing dan kaum ekpatriat. Tak berapa lama kemudian, kawasan Kemang kemudian dipenuhi dengan hotel, kafe, restoran, dan tempat hiburan lainnya.

Kawasan Kemang yang berwajah khas Kota Batavia perlahan-lahan berubah menjadi lebih mirip kota-kota Eropa. Di jalan-jalan utama berdiri bangunan-bangunan megah nan tinggi yang identik dengan kawasan pusat perekonomian modern. Deretan-deretan pertokoan pun kemudian menjadi pertanda tempat berkumpulnya kaum kelas atas. Kemang akan terasa nuansa glamournya pada malam hari dan pada akhir pekan. Karena perkembangan yang pesat itu, masyarakat Betawi perlahan-lahan tergeser dari Kemang.

Kemang berasal dari nama buah Kemang (Mangifera Kemanga Caecea). Sejenis mangga yang pada tahun 1950-an banyak ditemukan di daerah ini. Seiring berjalannya waktu, Kemang yang dulu merupakan kota pinggiran Jakarta dengan suasana yang masih asri karena masih banyak pohon pohon besar yang tumbuh di setiap sudut jalan membuat tempat ini cocok sebagai tempat pemukiman. Tapi lambat laun wilayah ini berubah menjadi wilayah stategis yang dipilih oleh orang asing untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Dan sejak saat itulah bermunculan kafe, rumah seni, toko hobi, butik-butik juga toko mebel antik yang bertebaran di wilayah ini. Lokasinya yang cukup strategis membuat banyak pengusaha berbondong-dondong berebut untuk menjalankan bisnisnya di Kemang. Tak hanya itu, Kemang pun kini makin terkenal dengan komunitas internasionalnya. Apalagi berbagai fasilitas penunjang lainnya dibangun, semakin mengokohkan wilayah ini sebagai tempat pilihan bagi warga asing untuk tinggal di Kemang. Seperti hadirnya Kem Chick, supermarket yang memberikan layanan kepada penduduk asing. Serta beberapa swalayan lain yang tentunya barang yang disediakan sengaja diprioritaskan untuk kebutuhan orang asing.

Tak hanya itu, banyaknya tempat kongkow-kongkow yang makin hari makin ‘menjamur’ yang tentunya makin mempertegas daerah Kemang sebagai tempat strategis bagi orang-orang asing yang tinggal di Indonesia. Praktis hilir mudik orang-orang bule menjadi pemandangan umum sehari-hari di wilayah ini.

Tentu saja hal ini membawa dampak langsung bagi para penduduk asli di sekitarnya. Misalnya dengan hadirnya orang asing, masyarakat setempat bisa menyewakan tempat untuk beragam usaha. Namun dalam perkembanganya, tidak hanya orang asing saja yang diberi layanan untuk menikmati hiburan di daerah ini. Beragam fasilitas yang disediakan bagi masyarakat luas juga mendapat perhatian dari para pengusaha, khususnya yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Tak ayal, setiap weekend jalan Raya Kemang mendadak macet.

Situasi ini membuat para pengusaha lebih antusias untuk mengembangkan bisnisnya, meski sempat menjadi perdebatan bagi penghuninya, lantaran kemacetan yang semakin hari semakin menjadi. Sehingga mengaburkan konsep awal wilayah Kemang sebagai darah pemukiman. Melalui proses yang panjang serta mengkaji beberapa aspek, ternyata komunitas di Kemang memang membutuhkannya. Dan sejak itupula Wilayah Kemang menjadi salah satu tempat bisnis berkelas. Meski ada beberapa sisi yang harus dikorbankan, yaitu keasrian dan kenyamanan untuk tinggal di wilayah ini semakin terabaikan.ida