SBY Wujudkan Seluruh Masyarakat Miliki Rumah dan Segera Sahkan RUU Tapera

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sambutan pembukaan pembukaan Rakernas Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) 2012 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Rabu (5/12) siang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendorong disahkannya Undang-Undang (UU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), untuk mempermudah kemampuan masyarakat dalam memiliki tempat tinggal.

Saat ini, RUU Tapera masih berada di DPR dan belum dibahas.

“Kita dorong terus lahirnya UU ini, dengan harapan isu-isu yang sensitif dan kontroversial kita temukan opsinya,” ujar SBY, dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Real Estat Indonesia (REI), di Jakarta, Rabu (5/12).

SBY mengatakan, perumahan dan bisnis properti adalah sektor yang penting. Perumahan merupakan kebutuhan dasar masyarakat atas tempat tinggal.

Dalam penyediaan sarana tempat tinggal kepada masyarakat, SBY menuturkan, haruslah menggunakan mekanisme ekonomis yang berazaskan keadilan. Apalagi sesuai dengan UUD 1945, pemerintah wajib membantu masyarakat menengah ke bawah dengan penghasilan pas-pasan.

“Meskipun rumah sederhana bagi yang penghasilannya pas-pasan, haruslah layak huni, dan kemudian memenuhi standar lingkungan yang sehat, keamanan dan keselamatan,” tuturnya pula.

Untuk menciptakan tambahan hunian layak di masa mendatang, SBY menegaskan diperlukan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, dan juga kalangan dunia usaha.

Sementara itu, di dalam sambutannya, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan, industri properti bisa memberikan multiplier effect terhadap lapangan kerja. Efek penciptaan lapangan kerja itu menurutnya, yakni setiap Rp1 miliar menyerap sekitar 105 orang per tahun. Itu pun secara langsung. Sedangkan secara tidak langsung, bisa mencapai 3,5 kali lipat.

Menurut Yudhoyono pula, hal ini menunjukkan pentingnya sektor properti membantu dalam penciptaan lapangan kerja. “Berarti kalau Rp1 triliun, berarti 100 ribu. Kalau Rp5 triliun, berarti 500 ribu tenaga,” ujarnya.

Hal ini, kata Kepala Negara lagi, seiring dengan program pemerintah yang ingin meningkatkan penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi jumlah pengangguran.

Oleh karena itu, ia memerintahkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa, bersama dengan Menpera dan REI, untuk bersama-sama menyusun strategi konsep dan rencana aksi sektor perumahan.

“Coba susun bulan Desember ini. Jangan lama-lama. Bagaimana strategi konsep, rencana aksi yang cespleng, agar pembangun perumahan bisa menyumbang lapangan kerja yang lebih besar lagi. Kalau sudah ketemu, cocok, kewajiban pemerintah apa, kewajiban REI apa, kewajiban yang lain juga seperti apa,” ujarnya.

Hambatan perizinan

Untuk membantu berkembangnya sektor perumahan, Presiden SBY juga telah mengeluarkan instruksi kepada jajarannya untuk memudahkan proses perizinan.

Ia mengatakan, banyak terjadi kerugian di Indonesia, karena investasi dan kegiatan usaha sering mengalami gangguan karena izinnya macet.

“Banyak sekali investasi yang sering kandas, karena izinnya macet di simpul-simpul tertentu. Kerugian negara bertriliun-triliun akibat itu. Yang bersalah tidak pernah merasa bersalah. Rakyat tidak tahu,” ujar Yudhoyono.

Untuk mengatasi hal ini, SBY pun memerintahkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Menko Perekonomian untuk melacak simpul yang macet.

Bahkan, jika terbukti ada pejabat yang menyebabkan perizinan dan proses dunia usaha macet, SBY menginstruksikan agar harus segera ditangkap.

“Kalau ada hambatan internal di kementerian, harusnya satu minggu selesai, harusnya dialirkan tidak dialirkan, barangkali pikirannya lain-lain, mau minta ini, minta itu. Demikian juga di daerah. Saya sudah minta, kalau ada elemen-elemen itu, tangkap saja. Kalau tidak berani, kasih tahu saya,” tuturnya dengan nada tegas.

Penulis: Arientha Primanita/ Kristantyo Wisnubroto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s