Pertumbuhan Sektor Properti Mulai Tumbuh Seiring Peningkatan UMP DKI

Jakarta: Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) melihat dampak Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta menjadi Rp2,2 juta akan mendorong permintaan perumahan pada segmen menengah bawah.

“UMP sebesar Rp2,2 juta membuat konsumen mampu mencicil rumah,” kata Ketua APERSI Eddy Ganefo di Jakarta, Kamis (6/12).

Kenaikan UMP, menurut Eddy, menjadi satu peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor properti.

“Pertumbuhan properti nasional bergantung pada besarnya daya beli masyarakat. Namun, kenaikan UMP bisa juga menjadi masalah karena ada aksi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pengusaha tidak mampu menanggung beban gaji karyawan,” ujarnya.

Pada tahun ini pemerintah menargetkan penyerapan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebanyak 80.000 unit rumah. Tahun depan naik menjadi 350.000 unit.

“Anggaran yang dipersiapkan untuk penyerapan KPR bersubsidi sebesar Rp2,7 triliun, di luar alokasi dana 2012 yang belum terserap sebesar Rp4,7 triliun,” kata Asisten Deputi Perencanaan Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Iwan Nurwanto.

Penyerapan anggaran KPR bersubsidi berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini diprediksi rendah. Kondisi tersebut karena rendahnya pasokan rumah dari pengembang, selain ada pasokan yang dibangun tahun ini baru akan masuk ke pasar pada 2013.(Ant/BEY/Metro)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s