Pesanan Genting Jatiwangi Meningkat, Terkendala Tenaga Kerja

MAJALENGKA, (PRLM).- Pengusaha pabrik genting di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka kini mulai kesulitan tenaga kerja laki-laki, sementara permintaan pasar sedang tinggi. Kondisi tersebut terkait dengan dimulainya musim garap lahan pertanian.

Di saat musim garap lahan sawah, hampir seluruh buruh pabrik genting lebih memilih ke sawah untuk membajak lahan. Karena mereka berharap di saat musim panen nanti bisa ikut memanen sawah. Selain itu, saat bekerja sebagai buruh garap lahan pun mereka mendapatkan upah harian.

Yuti (40) seorang buruh pabrik warga Sukahaji misalnya kini dia lebih memilih menjadi buruh mencangkul sawah dibandingkan bekerja ke pabrik, walapun menjadi pencangkul pekerjaannya lebih berat dibandingkan dengan bekerja di pabrik genting. Namun dari mencangkul tersebut dia bisa ikut panen bersama istrinya yang juga saat ini sedang bersiap ikut tanam padi.

“Kalau bekerja suami istri, kami nanti juga bisa ikut panen sama-sama. Istri saya nanti ikut tandur, saya sekarang nyangkul,” ungkapnya.

Saat ini, upah kerja buruh pabrik genting antara Rp 17.500 hingga Rp 40 ribu/setengah hari. Pekerja borongan upahnya bisa lebih besar lagi bila produksinya juga tinggi.

Pengusaha genting, H. Asep menyebutkan, pada akhir tahun permintaan genting memang cukup tinggi, baik untuk perumahan penduduk ataupun untuk kebutuhan proyek. Diduga banyak proyek yang dikerjakan pada akhir tahun termasuk untuk penyediaan perumahan rakyat. (PR)