Pemerintah RI Tawarkan Investasi Pembangunan Kawasan Industri di Kalimantan dan Sulawesi ke China

JAKARTA– Pemerintah Indonesia menawarkan investasi pembangunan kawasan industri di Pulau Kalimantan dan Sulawesi kepada investor China untuk menggenjot investasi negara tersebut di dalam negeri.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menuturkan pihaknya akan segera melakukan survei dan studi kelayakan (feasibility study) untuk menindaklanjuti rencana investasi tersebut.

Setelah dilakukan studi kelayakan, rencana investasi tersebut nantinya akan direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China (government to government).

“Setelah ada kesepakatan dan penandatangan MoU antar pemerintah, kedua negara akan menggandeng pihak swasta dari kedua negara,” katanya usai menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao di Kementerian Perindustrian hari ini, Selasa (27/11/2012).

Meskipun demikian, nilai investasi rencana investasi tersebut akan segera digodok dan menjadi pembahasan utama dalam survei dan studi kelayakan.

Pengembangan kawasan industri di kedua pulau tersebut akan disesuaikan dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang terdapat di sana, seperti perkebunan dan mineral.

“Beberapa perusahaan milik negara asal China saat ini telah berminat berinvestasi di Kalimantan dan Sulawesi. Itu membuktikan Indonesia masih menjadi primadona investasi,” ujarnya.

Menurutnya, investasi kawasan industri tersebut diharapkan mampu memicu investasi perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut untuk masuk ke Indonesia.

Hal itu disebabkan saat ini China lebih berperan menjadi pedagang (trader) daripada berinvestasi membangun pabrik di Indonesia.

“Kami mendesak pengusaha China jangan hanya jadi trader di Indonesia, melainkan juga harus menanamkan modalnya di dalam negeri,” tuturnya.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan investasi China di Indonesia tercatat masih sangat minim, yakni sekitar US$1 miliar, hingga saat ini.

Investasi sebesar itu tidak sebanding dengan nilai perdagangan negara tersebut dengan Indonesia yang mencapai US$65 miliar.

“Investasi China yang masuk ke dalam negeri saat ini masih berhubungan dengan industri minyak dan gas, kami berharap cakupan sektor industrinya terus meluas ke sejumlah sektor industri yang lain,” tuturnya. (jibi/k56)