Generasi Kedua Orang Kaya Borong Apartemen Mewah Senopati

Jakarta – Apartemen mewah Senopati Penthouse di Jakarta diminati pembeli oleh orang-orang berkantong tebal. Pasalnya per unitnya kini sudah berharga Rp 4,5-Rp 5 miliar. Harga ini naik dari awal pembangunan yang masih berkisar Rp 3,5 miliar.

Direktur Utama PT Senopati Aryani Prima, Lukman Purnomosidi mengatakan pembeli Senopati Penthouse terbilang unik. Mereka adalah orang kaya yang sudah tinggal di sekitar Jalan Senopati, Jalan Patimura dan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan. Pembelian pun ditujukan untuk generasi kedua atau keturunannya.

Ia menuturkan keuntungan membeli Senopati Penthouse dapat tinggal di lokasi yang sama, serta relatif dekat dengan kawasan perkantoran tempat para pembeli beraktivitas.

“Profil pembeli sejak kita pasarkan, 2/3 adalah orang yang bekerja di SCBD, karena berkantor di Equity Tower, Gedung BEI dan PP. Lalu sebagian adalah warga yang ada di sekitar Senopati, Patimura, Brawijaya untuk generasi kedua,” kata Lukman di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (21/11/2012).

“Kalau daerah situ (residensial) sudah seharga Rp 50-60 miliar. Dengan membeli apartemen ini harganya 1/10-nya. Serah terima rencananya dimulai Mei 2014, atau 16 bulan pengerjaan,” tambahnya.

Proyek ini pun bisa menggunakan pembayaran kredit (KPA), melalui bekerja sama dengan BNI dan Bank Jabar Banten.

Seperti diketahui apartemen ini menempati lahan seluas 2.500 m2, dengan tinggi 20 lantai dan total kamar 64 unit. Investasinya menghabiskan dana Rp 250 miliar.

Proyek yang berdiri di lahan milik Wakil Presiden (Wapres) periode 1988-1993, Sudharmono ini setiap lantainya hanya ada empat unit. Harga yang ditawarkan pada awal pengerjaan proyek Rp 30 juta per m2, dan kini sudah mencapai Rp 40-45 juta per m2.

Komisaris Utama PT Senopati Aryani Prima, Aryani Sudharmono menjelaskan, proyek ini adalah unit tinggal kelas masyarakat papan atas. Mengingat lokasi apartemen yang dianggap strategis, hingga menjadi daya tarik dan menjanjikan bagi konsumen maupun investor.

Baginya, bangunaan high rise (gedung tinggi) memberi manfaat terhadap efisiensi biaya bangunan dan lahan. Ia mengatakan satu tower, dengan fasilitas private lift dianggap lebih baik dibandingkan multi tower.(Whery Enggo Prayogi – detikFinance)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s