Warga Pondok Pinang Menderita Banjir

Sudah empat hari, banjir menggenangi pemukiman warga di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Hingga Minggu pagi, 25 November 2012, air banjir kiriman masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Disampaikan Adhi Susatyo Soeseno, warga Pondok Pinang, genangan air paling parah terjadi pada Kamis lalu. Ada sekitar 200 rumah warga yang berada di 4 RT yang tergenang air banjir. Saat itu, ketinggian air mencapai 2 meter.

Banjir sempat surut sebentar pada Jumat pagi, tapi karena hujan yang terjadi di Bogor, air kali Pesanggrahan meluap lagi dan menggenangi pemukiman warga pada sore harinya.

“Tapi tidak tinggi, hanya sebetis orang dewasa. Tapi banjirnya tidak surut-surut,” katanya.

Ditambahkan Adhi, air banjir mulai meninggi lagi karena hujan yang terjadi pada Sabtu malam. Pada pukul 23.00 WIB, ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

“Sampai sekarang banjir belum surut. Ada warga yang mengungsi di majelis taklim dan ada yang mengungsi di rumah tentangga yang tidak kena banjir,” katanya.

Pada Kamis siang, banyak warga yang dievakuasi ke tempat pengungsian. Semula warga bertahan di atap rumah mereka dan menolak untuk dievakuasi. Tapi saat hujan turun, warga justru minta dievakuasi.

Menurut Adhi, warga mulai membutuhkan bahan pokok untuk makan, karena dapur umum yang dibuat pada Kamis lalu sudah tidak memiliki logistik lagi.

“Di tempat saya ini paling baru ada bantuan mi instan. Satu perahu karet milik Damkar sudah ditarik, saat ini cuma ada satu perahu milik Satpol PP,” katanya.(VIVAnews)