78 Titik Banjir yang harus diwaspadai

Jakarta-Hujan yang mengguyur selama dua minggu terakhir telah mengenangi sejumlah wilayah DKI Jakarta. Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, setidaknya ada 78 titik banjir di Ibukota.

“Pesanggarahan, Angke, dan Sunter, adalah yang terparah. Sekarang yang utama adalah memilih prioritas daerah yang terlebih dahulu diberikan bantuan,” kata Syamsul saat mengunjungi Posko Banjir RW 01 di Kelurahan Kampung Melayu, 24 November 2012.

Ia menambahkan BNPB melakukan peninjaun bencana banjir di DKI Jakarta untuk meyakinkan apakah mekanisme pemberian bantuan sudah berjalan dengan baik atau tidak. Selain itu untuk melihat keperluan apa lagi yang dibutuhkan. “Kami sebagai lini ke-2 di bawah pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah siap melakukan pendampingan dalam memberikan bantuan,” ujarnya.

Dalam penanggulangan banjir, kata Syamsul, BNPB sudah bekerja dengan optimal. Saat ini BNPB mengkoordinasian potensi nasional dan membuat pantauan di posko-posko yang berada di Kantor Pekerjaan Umum. Selain itu, permasalah banjir ini dapat diselesaikan dengan upaya jangka panjang, menengah, dan pendek.

“Untuk jangka pendek harus disediakan pompa penyedot air dan  jangka menengah dan panjang adalah dengan membuat tanggul di bantaran kali,” tambah Syamsul.

Dalam kunjungan ke Posko Banjir di Kecamatan Jatinegara, Syamsul menjelaskan fokus penanggulan banjir adalah dengan menyediakan pompa-pompa penyedotan air, sehingga diharapkan banjir akan segera surut. “Saya meminta pihak-pihak yang berwenang memberikan informasi bantuan apa saja yang dibutuhkan. Kami dari BNPB akan siap memberikan bantuan yang diminta,” tutur Syamsul. (Vivanews-ren)