Optimisme KPR FLPP Tingkatkan Penjualan Rumah

JAKARTA – Para pengembang perumahan sejahtera tapak di  daerah khususnya di wilayah Bandung optimis program bantuan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) Kemenpera dapat meningkatkan penjualan rumah.

Suku bunga rendah 7,25 persen dan angsuran yang ringan selama masa tenor hingga 20 tahun diharapkan lebih mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk membeli rumah yang dibangun pengembang.

Pengembang dari PT Sentrad Naluri Kreasi, Dedi Anyar menyatakan, saat ini pihaknya tengah membangun perumahan Rancak Ekek Permai 2. Di perumahan tersebut rencananya akan dibangun sekitar 3.500 rumah sejahtera tapak di atas lahan seluas 35 hektar (ha).

Adanya program bantuan pembiayaan KPR FLPP dari Kemenpera tentunya bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam mengangsur cicilan KPR.

“Target pembangunan rumah per tahun sekitar 400 unit. Mudah-mudahan dengan KPR FLPP dari Kemenpera penjualan rumah sejahtera tapak di Bandung bisa lebih meningkat lagi. Apalagi masih banyak masyarakat di Bandung yang memerlukan rumah yang harganya murah dan terjangkau,” ujar Dedi dalam siaran persnya, Selasa (30/10/2012).

Tipe rumah yang dikembangkan oleh pihaknya antara lain tipe 36/ 60 dan tipe 36/ 72. Harga rumah yang dijual berkisar antara Rp 68 juta hingga Rp 69 juta. Sebanyak 150 unit rumah telah mendapat subsidi dari Kemenpera.

Selain itu pihaknya juga menerima bantuan Dana Alokasi Khusus Perumahan tahun 2012 untuk pembangunan pompa air satu unit, jalan, saluran air dan penerangan jalan umum dari Kemenpera.
 
“Angsuran rumah untuk KPR yang harus dibayar cukup ringan. Untuk masa angsuran 10 tahun hanya Rp 650.000 dan 15 tahun sekitar Rp 560.000,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengembang dari PT Puteraco, Sutisna. Menurut pengembang perumahan Pondok Permai Lestari di Bandung Timur tersebut, KPR FLPP akan sangat membantu para buruh yang berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni.

Apalagi lokasi perumahan yang dibangun saat ini berdekatan dengan beberapa pabrik tekstil dan garmen sehingga banyak buruh-buruh yang ingin tinggal dengan tempat kerjanya.

“Kami berencana membangun sekitar 700 unit rumah tipe 36/ 60 dan tipe 38/ 72 di atas lahan seluas 8 ha. Saat ini setidaknya telah terbangun sekitar 550 rumah. Kebanyakan pembeli perumahan ini bekerja di pabrik yang berada tidak terlalu jauh dari perumahan sehingga mereka akan sangat terbantu dengan KPR FLPP,” tandasnya. (Tribunnews)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s