Kredit Ruko di Jabar Capai Rp 113 Miliar

BANDUNG – Potensi bisnis rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) di Jabar tergolong tinggi. Menurut Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jabar, Yana Mulyana, respons publik pada sektor tersebut tinggi karena selain dapat berfungsi sebagai rumah tinggal juga dapat menopang aktivitas bisnis.

“Faktor harga pun terus bertumbuh,” kata Yana di Sekretariat DPD REI Jabar, Setrasari Mal Bandung, Rabu (7/11/2012).

Unsur lainnya yang membuat potensi dan peluang pasar ruko serta rukan terbuka adalah lokasi yang umumnya strategis. “Bagi pengembang, lokasi strategis menguntungkan. Harganya jadi tinggi. Bagi konsumen, ruko atau rukan yang strategis dapat menunjang bisnis mereka,” ujarnya.

Yana juga mengatakan saat ini ruko atau rukan sebagai alat investasi. “Hal itu membuat harga ruko atau rukan terus meningkat setiap tahunnya.Kenaikannya sekitar 10-15 persen per tahun,” ujarnya.

Akan tetapi, selama dua bulan pascaterbitnya Surat Edaran (SE) Bank Indonesia mengenai pembatasan down payment (DP) atau uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) pada 15 Maret lalu, pertumbuhan dan penjualan ruko serta rukan melemah. Penyebabnya, mayoritas konsumen membeli ruko dan rukan memakai sistem kredit.

Meski demikian, kata Yana, minat dan respons publik tinggi. Itu membuat pasar properti, khususnya ruko dan rukan, kembali menunjukkan tren positif.

Di tempat terpisah, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VI Jabar-Banten, Lucky Fathul Aziz Hadibrata, mengatakan, penyaluran kredit perbankan untuk pembiayaan pemilikan ruko dan rukan di wilayah kerjanya menunjukkan hal positif. Pada Januari-Agustus 2012, nilai penyaluran KPR untuk ruko dan rukan mencapai Rp 113,9 miliar

“Angka itu melebihi realisasi KPR perbankan bagi ruko-rukan di Jabar kredit KPR tahun lalu, yang nilainya sejumlah Rp 81,9 miliar,” ujar pria asal Ciamis tersebut.

Berkaitan dengan total KPR di Jabar, Lucky mencatat, pada Januari-Agustus 2012 nilai penyalurannya sejumlah Rp 803,2 miliar. Jumlah itu tumbuh 5,2 persen lebih tinggi daripada periode yang sama 2011, yang angkanya Rp 763 miliar.

“Kredit Perumnas tumbuh signifikan, yaitu 21 persen, atau pada Agustus tahun ini menjadi Rp 240,3 miliar. Sebelumnya, senilai Rp 198,2 miliar,” kata Lucky. (Hendra Gunawan-Tribun Jabar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s