Hati-hati Pilih KPR, Periksa sebelum Anda Tentukan

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dinilai menjadi satu langkah mudah untuk bisa memiliki rumah. Namun, sebelum memilih KPR, teliti dan pelajari produk KPR tersebut.

Pertama, pastikan bank apa yang menawarkan produk KPR tersebut. Pastikan apakah produk KPR menarik atau tidak. Hal ini perlu dilakukan sebab tidak sedikit bank yang tergolong pelit memberikan plafon dan bunga KPR. Biasanya, yang membuat bank-bank bersikap lebih ketat adalah karena Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet bank tersebut tinggi.

Kedua, pilihlah yang jangka waktunya paling panjang. Biasanya, bank memberikan tenor kredit maksimal 15 tahun. Ada juga yang memberikan kredit tenor hingga 20 tahun. Semakin panjang tenornya, semakin ringan cicilan setiap bulannya.

Keempat, setiap bank memberikan promo bunga KP yang berbeda-beda. Pilihlah bank yang memberikan bunga kecil pada tahun pertama dan tahun kedua. Selanjutnya, bank akan memberlakukan bunga efektif sesuai suku bunga berjalan. Rata-rata tingkat bunga tersebut meningkat delapan sampai sembilan persen per tahun pada masa promo, dan menjadi 13-15 persen per tahun mengikuti bunga mengambang.

Biasanya, kebanyakan bank menggunakan sistem KPR bunga tetap atau fixed rate pada tahun pertama dan kedua. Artinya, selama waktu itu Anda akan membayar cicilan tetap selama masa promo dengan bunga relatif kecil.

Namun, setelah masa promosi lewat, maka sistem bunga KPR bank umum biasanya menjadi bunga mengambang atau floating mengikuti suku bunga pasar. Sehingga nilai suku bunganya menjadi besar.

Hanya bank berbasis syariah yang menggunakan sistem bunga tetap hingga masa KPR berakhir. Bahkan, bila nasabah mempercepat pelunasan KPR, maka tidak ada penalti atas pelunasan tersebut.

Terakhir, jangan turuti semua penawaran yang disampaikan marketing KPR seputar biaya yang mesti dikeluarkan. Semuanya bisa ditawar dan jangan malu untuk menawar. Biaya provisi misalnya, bisa ditawar, begitu pula dengan biaya notaris, dan biaya asuransi. Yang tidak bisa ditawar adalah pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau pajak jual beli. (Okezone)(nia) (rhs)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s