Sewa melejit 11% di Tiga Mal ‘Raksasa Jakarta’

Bank Indonesia (BI) mencatat sepanjang triwulan III-2012 ruang ritel sewa (pusat perbelanjaan) di Jakarta bertambah hingga 11,21% dibanding tahun lalu (yoy) atau bertambah 9.2% (qtoq) dibandingkan 3 bulan sebelumnya. Hal ini karena ditopang berdirinya 3 mal ‘raksasa’ yang dibangun oleh pengembang besar.

“Tambahan pasokan tersebut berasal dari Kota Kasablanka seluas 175.000 m2, diikuti dengan Lippo Kemang 79.000 m2 dan Ancol Beach City Mall 63.000 m2,” jelas BI dalam survei terbaru properti komersial dikutip Senin (12/11/2012)

Bertambahnya pasokan ruang ritel yang cukup besar itu secara langsung berdampak pada tingkat serapan ruang ritel selama 3 bulan terakhir. “Tingkat hunian turun dari 93,74% menjadi 91,53%,” jelas suvei BI.

BI juga mencatat pembanguna mal-mal umumnya mengusung konsep superblok terintegrasi dengan properti lainnya (mixed use) antaralain perkantoran, kondominium.

“Pengembang besar seperti Agung Podomoro dan Agung Sedayu sedang mengembangkan proyek (superblok) yaitu Green Bay Pluit dan Green Lake City,” jelas survei tersebut.

Rencananya hingga akhir tahun 2012 pasokan ritel sewa akan bertambah mencapau 272.860 m2.

“Geliat pasokan baru masih akan meningkay pada 2013, diharapkan mencapai 405.178 m2,” jelas survei itu.

BI juga mencatat tarif sewa ruang ritel tiga bulan terakhir (triwulan III-2012) meningkat 2,64% (qtoq) atau meningkat 8,44% jika dibandingkan tahun lalu (yoy).

“Peningkatan tarif sewa ini terutama karena penyesuain tarif sewa ritel di Jakarta menjadi Rp 579.966/m2,” jelas BI.(Suhendra – detikFinance)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s