Mau Bangun Rumah Atau Renovasi, Anda Dapat Hitung Sendiri Biaya Anggarannya

Memperkirakan biaya renovasi rumah memang tidak mudah. Tapi bukan berarti anda tidak bisa menghitungnya sendiri, disini ada beberapa hal yang penting untuk anda diketahui adalah sebagai berikut

Jangan Tergoda
Kenali dulu bangunan anda . Maksudnya disini adalah perhatikan apa saja yang masih kurang pada rumah anda, apa saja yang perlu ditambahkan, atau bagian mana saja yang butuh perbaikan. Dalam merenovasi tak jarang awalnya ingin memperbaiki kecil, akhirnya hampir separo rumah ikut-ikutan dibongkar.Misal niat hati ingin memperbaiki plafon yang berjamur, tetapi setelah dilihat ternyata dengan plafon yang bersih mulus setelah diganti, dinding jadi tampak kusam. Balok ekspos pun tampaknya jadi kebanting dengan putihnya cat plafon baru. Secara tidak sadar , dinding pun ikut berganti wajah dan balok ekspos pun dicat ulang. Contoh diatas pasti tidak asing lagi bukan?. Karena itu usahakan untuk hanya memperbaiki atau menambah bagian yang kurang. Intinya jangan tergoda dengan keinginan mengubah yang lain di luar anggaran. Dengan demikian anggaran tidak membengkak.

Satuan Pekerjaan
Menghitung biaya renovasi boleh dibilang gampang-gampang susah. Rumus baku sebenarnya sudah tersedia, tetapi dalam perhitunganya banyak komponen yang harus diperhatikan dan dikerjakan secara teliti. Hasil perhitungan yang mengikuti sebuah rumus kadangkala juga kurang akurat. Bagi kontraktor yang berpengalaman, biasanya biya renovasi rumah langsung dihitung secara kasar, misalnya per m2 biaya Rp.1,5 juta. Secara garis besar biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan rumah terdiri atas biaya bahan bangunan dan upah tukang. Untuk mempermudah perhitungan, biaya-biaya tersebut dibagi-bagikan berdasarkan urutan pekerjaan. Misalnya memasang pondasi, memasang bata, atau memasang plafon merupakan pekerjaan tersendiri. Sebuah proyek renovasi bisa terdiri satu jenis pekerjaan , bisa juga terdiri dari beberapa pekerjaan pada proyek renovasi besar. Setiap pekerjaan dihitung berdasarkan volume , maka satuan pekerjaannya dalam meter kubik(m3), yang merupakan hasil panjang x lebarx tinggi. Sedangkan jika luas yang menjadi patokan, maka menggunakan satuan meter persegi(m2), yang merupakan hasil panjang x lebar. Pekerjaan-pekerjaan yang dihitung berdasarkan volume misalnya, pemasangan pondasi baik pondasi batu kali atau cor beton, pengecoran balok serta cor kolom(tiang). Yang dihitung berdasarkan luasnya adalah pek.pasang bata, langit-langit,atap dan pengecatan.

Rumus Perhitungan
Untuk menghitung kebutuhan bahan bangunan dan tenaga tukang, volume atau luas pekerjaan dikalikan dengan koifisien. Koefisien adalah sebuah angka yang besarnya sudah ditetapkan. Hasilnya langsung keluar sebagai banyaknya bahan bangunan dan ongkos tukang yang dipakai dalam satuannya masing-masing. Misalnya pasir dalam satuan m3, kayu dalam satuan meter, paku dalam satuan kg dsb. untuk jelasnya mengenai koefisien, perhatikan contoh berikut yang diambil dari buku menghitung anggaran biaya bangunan ole Zainal A.Z: Pekerjaan pengecatan dinding sekaligus plamur.
Cat tembok 0,325 kg
Cat Plamur 0,12 kg
Tukang cat 0,08
Kenek 0,16(jika diperlukan)
Nah, angka -angka tersebut merupakan koefisien. Untuk Pekerjaan pengecatan ruangan dengan ukuran 3mx3m, misalnya membutuhkan bahan bangunan dan tenaga tukang sebanyak :
Luas dinding di keempat sisi ruangan :
4x(3×3)=36 m2
Cat tembok 0,325kg x 36 = 11,7 kg
Cat Plamur 0,12kg x 36 =4,32 kg
Tukang cat 0,08 org x 36 = 2,88 – 3 orang
Cara yang sama diterapkan juga untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya, mulai dari memasang pondasi, memasang bata , sampai memasang atap.Tentu saja walaupun pekerjaannya sama, koeifisien yang digunakan berbeda. Umpamanya saat menghitung biaya pekerjaan dinding. Pemasangan bata untuk dinding bisa menggunakan adaukan semen dengan berbagai macam perbandingan semen dan pasirnya 1:5,1:4 atau 1:3, sesuai dengan kebutuhan dan lokasi pembangunan. Dengan demikian koefisien untuk semen dan pasir pun akan turut berubah.

Cara Sederhana
Jika anda ingin menghitung lebih rinci, cara diatas bisa dipakai, tentunya dengan kebutuhan daftar koefisien yang banyak terdapat di buku-buku. Namun,kadang untuk perkiraan kasar, orang lebih mudah menggunakan hitungan sebagai berikut :
Pemasangan Dinding 1 m2 membutuhkan:
70 bata
9 m3 pasir (ditambah waste 2%)
1 m3 adukan butuh 4-6 sak semen tergantung perbandingan adukannya
1 tukang dan 1 kenek mampu memasang 8 m2 dinding perhari.
Walaupun penghitungan kasar ini sederhana, tetap sulit memperkirakan biaya renovasi yang agak spesifik. Jenis-jenis pekerjaan yang tersedia sangat terbatas dan kebanyakan berupa pekerjaan yang standar, seperti memasang bata dan mengecat saja. Sementara itu upah tukang secara berbeda dalam kisaran 20-30% dari biaya total bahan bangunan . Biaya total ini merupakan penambahan keseluruhan pekerjaan yang tercakup dalam proyek renovasi.

Harga Bahan
Seteleh berhitung dan didapatkan jumlah bangunan, untuk menghitung biaya yang dikeluarkan anda harus mengalikannya lagi dengan harga masing-masing bahan bangunan. Harga bahan bangunan memang naik turun dan selalu berubah, karenanya usahakan untuk mendapatkan informasi harga terbaru. Untuk mengetahui harga bahan bangunan secara lengkap, anda bisa mengacu ke jurnal Harga Satuan Bahan Bangunandan Konstruksi, jurnal yang memuat harga bahan bangunan seantero Indonesia ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali, dan anda bisa dapatkan di toko buku.Namun jika merasa tidak perlu membeli jurnal yang setebal buku telepon tersebut, anda bisa mengetahui harga pasaran dengan rajin berkunjung ke toko banguan. Sering-seringlah bertanya bukan saja mengenai harga tetapi juga mengenai kualitas sebuah bahan banguanan.

Tidak Selalu Tepat
Meskipun mirip rumrus matematika atau fisika, hasil perhitungan jumlah bahan bangunan dan biaya yang dibutuhkannya kadang tidak tepat 100%. Dalam pembangunan biasanya ada yang disebut dengan waste(sisa). Waste ini gunanya sebagai cadangan jika ada kesalahan atau hal-hal yang tidak diingnkan dalam pelaksanaan pembangunan. Misalnya saat pemasangan lantai terdapat ubin keramik yang pecah, saat pembangunan dinding terdapat batu bata yang patah dsb.

Pedoman Perhitungan Sederhana
Berikut sebagian kecil pedoman perhitungan yang juga umum di pakai, sesuai tarif sekarang:
-memasang keramik lantai (30x30cm): 1 tukang, 1 kenek, 8-10 m2/hari
-memasang keramik dinding: 2 tukang,3-4 kenek,4-6 m2/hari
-membuat adukan semen :tergantung perbandingan adukan 1:5, 1:4 atau 1:3
untuk 1 m3 adonan : 1,2 m3 pasir dan 4-6 sak semen
-memasang bata : 1 tukang , i kenek, 8m2/hari dan perhari batasnya 1 -1,5 m dgn tinggi 1 m
-upah tukang dgn asumsi perkiraan :
tukang batu yg baik Rp.60.000
tukang kayu Rp. 55.000
Kenek Rp. 45.000

Pada awal perhitungan menggunakan koefisien, jumlah waste sudah masuk ke dalam hitungan. sedangkan jika dihutng secara kasar, jumlah waste biasanya 2-3 % dari total bahan yang dipakai. Nanum karena wujud dan satuannya berbeda, jumlah waste yang dihasilkan tidak bisa di pukul rata. Untuk ubin keramik yang dijual par kardus misalnya kelebihannya juga dihitung per kardus (untuk menutup 1 m2 lantai). Lain lagi dengan paku yang dijual kiloan atau cat yang dijual kalengan. Nah tentu anda sudah paham mengenai dasar perhitungan anggaran biaya bangunan. Disebut dasar karena yang diulas diatas hanya sebatas kebutuhan bahan dan tukang. Masih banayak lagi kegiatan pra rencana lain seperti mengatur jadwal pekerjaan agar pelaksanaan renovasi tepat waktu. Siapkan alat tulis , gambar desain dan kalkulator mulailah berhitung.

(*Handoko)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s